rel=canonical TUGAS KU TUGAS MU: PERILAKU BIAYA: ANALISIS DAN PENGGUNAAN tag:

Senin, 08 April 2013

PERILAKU BIAYA: ANALISIS DAN PENGGUNAAN




MAKALAH
PERILAKU BIAYA:
ANALISIS DAN PENGGUNAAN
AKUNTANSI MANAJERIAL


 






Disusun Oleh:

Nama                 : Evi Putri Anasari ( A.01.11.0012)
                             Hadi Wijayanto  (A.01.11.0013)
                             Haniel Trisman (A.01.11.0014)
Semester            : IV (empat)
Jurusan              : Manajemen


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PELITA NUSANTARA
SEMARANG
2013
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang berjudul “PERILAKU BIAYA: ANALISIS DAN PENGGUNAAN”.

            Makalah ini berisikan tentang “
PERILAKU BIAYA: ANALISIS DAN PENGGUNAAN”  .Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang “PERILAKU BIAYA: ANALISIS DAN PENGGUNAAN”.
 
             Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
_makalah_ini.

             Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa  senantiasa  memberikan anugrah-Nya kepada kita. Amin.





Semarang, 1 Maret 2013


Penulis


DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                             ..…….….…………………………1
Daftar Isi                                                                      ……………………………………2
BAB I PENDAHULUAN
            Latar Belakang                                                 ……………………………………3
            Rumusan Masalah                                            ……………………………………3
BAB II PEMBAHASAN
            Tipe-Tipe Pola Perilaku Biaya                            ……………………………………4
                        a.Biaya Variabel ( Variable Cost )          ……………………………………4
                        b.Biaya Tetap (Fixed Cost)                    ……………………………………7
                        c.Biaya Semivariabel (mixed cost)         ……………………………………9
            Mendiagnosis Perilaku Biaya                             ………...………………………….10
                        a. Metode Scattergraph                         ………...………………………….10
                        b. Metode Tinggi Rendah ( High and Low Point)           ……….………………….11
                        c. Metode Regresi Kuadrat Terkecil       ………....………………………….11
                        d. Metode Regresi Berganda                  ………....………………………….11
Format Kontribusi Laba Rugi                            ………....………………………….12
BAB III PENUTUP                              
Kesimpulan                                                      ………....………………………….14
Daftar Pustaka                                                  ………....………………………….14




BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
            Dalam menjalankan kegiatan suatu perusahaan masa kini dan menghadapi era globalisasi, perusahaan dituntut effisien dan ekonomis serta dapat mengantisipasi perkembangan yang terjadi dimasa yang akan datang. Hal ini penting karena dalam persaingan global hanya perusahaan yang menjalankan kegiatan/beroperasi secara effisien, ekonomis dan produktif yang mampu memenangkan persaingan. Salah satu unsur yang penting dalam memenangkan persaingan adalah kemampuan untuk menurunkan biaya tanpa mengorbankan mutu. Maka tidak berlebihan apabila dikatakan para manager perlu memahami dengan benar masalah yang berkaitan dengan pembiayaan terutama mengenali perilaku biaya dengan pengklasifikasian biaya.
            Salah satu cara membuat klasifikasi biaya adalah berdasarkan perilaku biaya. Perilaku biaya merupakan bagaimana biaya akan bereaksi atau berubah dengan adanya perubahan tingkat aktivitas bisnis. Pemahaman terhadap perilaku biaya adalah kunci beberapa pembuatan keputusan organisasi. Manajer yang mengetahui perilaku biaya akan mampu memprediksi dengan lebih baik apakah yang akan terjadi pada biaya dalam berbagai kondisi. Usaha pembuatan keputusan tanpa memiliki pemahaman terhadap biaya dan bagaimana biaya ini berubah dengan adanya perubahan tingkat aktivitas akan mengakibatkan turunnya tingkat laba. Untuk menghindari masalah tersebut manajer harus mampu memprediksi secara akurat kondisi biaya dalam berbagai tingkat aktivitas.

B. PERUMUSAN MASALAH
1. Tipe Pola Perilaku Biaya
2. Mendiagnosis Perilaku Biaya
3. Format Kontribusi Laba Rugi




BAB II
PEMBAHASAN

     
      Ada tiga tipe pola perilaku biaya yaitu biaya Variabel, biaya Tetap, dan biaya Semi Variabel. Ketiga pola perilaku biaya ini ditemukan dalam kebanyakan organisasi. Proporsi relatif masing-masing tipe biaya tersebut disebut sebagai struktur biaya (cost structur). Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin memiliki lebih banyak biaya tetap dari pada biaya variabel dan biaya semivariabel. Ada juga perusahaan yang biaya variabelnya lebih banyak dari pada dibandingkan biaya tetap dan biaya semivariabel. Struktur biaya akan sangat mempengaruhi dalam pembuatan keputusan.

a.      Biaya Variabel ( Variable Cost )
Biaya Variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah secara proporsional terhadap perubahan tingkat aktivitas. Jika tingkat aktivitasnya dilipatduakan, maka total biaya variabelnya juga akan berlipat dua. Jika aktivitas naik 10% maka total biaya variabel akan  naik sebesar 10% juga.
Suatu biaya dikatakan variable karena ada sesuatu hal yang disebut basis aktivitas. Basis aktivitas (activity base) merupakan ukuran segala sesuatu yang menyebabkan adanya biaya variabel atau biasa disebut dengan penggerak biaya atau pemicu biaya  (cost driver).
Contoh dari basis aktivitas yang umum yaitu jam tenaga kerja langsung, jam mesin, unit yang diproduksi, dan unit yang dijual.
Porsi biaya variabel dan tipe biaya variabel dalam organisasi sangat tergantung pada tujuan dan struktur organisasi.
Ada juga biaya variabel per unit, yaitu biaya variabel yang selalu konstan atau tetap. Contoh pembeda antara total biaya variabel dengan biaya variabel per unit yaitu perusahaan Nooksack Expeditions yang memberikan jasa wisata penelusuran sungai dengan menyediakan peralatan dan makanan kepada tamunya. Makanan dibeli dari perusahaan yang ekslutif dengan harga $30 untuk setiap tamu. Biaya $30 per tamu tidak akan berubah dan tidak dipengaruhi oleh berapapun jumlah tamu yang berpartisipasi dalam penelusuran sungai.


 Perbandingan perilaku biaya variabel baik per unit maupun secara total.
Jumlah Tamu
Biaya Makanan
Total Biaya

Setiap Tamu
 Makanan
250
30
7500
500
30
15000
750
30
22500
1000
30
30000












Biaya Variabel meningkat secara total sejalan dengan aktivitasnya, sedangkan biaya variabel per unitnya konstan.

Contoh Biaya Variabel
Jenis Organisasi
Biaya yang biasanya bersifat Variabel terhadap volume output
Perusahaan dagang
Harga pokok (produk) penjualan
Perusahaan Manufaktur
Biaya produksi (BB, TKL)
Porsi variabel biaya overhead
Perusahaan dagang dan Perusahaan Manufaktur
Biaya penjualan, umum dan adm.
Komisi, biaya pengiriman, dll
Perusahaan Jasa
Bahan habis pakai, perjalanan, dll






Biaya Variabel Sejati vs Biaya Variabel Bertahap

            Tidak semua biaya variabel memiliki pola yang sama. Beberapa biaya variabel berperilaku sebagai biaya variabel sejati (true variable) atau variabel proporsial (proportionately variable). Sedangkan lainnya memiliki pola bertahap (step-variable).             Biaya variabel sejati bahan langsung dianggap sebagai biaya variabel sejati (true variable) atau biaya variabel proporsional karena jumlah yang digunakan selama satu periode akan memiliki proporsi langsung dengan tingkat aktivitas produksi. Lebih jauh, bahan langsung yang dibeli tetapi tidak di gunakan dapat disimpan di gudang dan digunakan lagi pada eriode mendatang.
            Biaya variabel bertahap upah tenaga kerja pemeliharaan biasanya dianggap variabel tetapi biaya tenaga kerja ini tidak memiliki perilaku yang sama dengan biaya bahan langsung. Tidak seperti biaya bahan langsung, waktu kerja bagi tenaga pemeliharaan biayasanya ditentukan dalam bentuk borongan. Selain itu, jam kerja pemeliharaan yang tidak dimanfaatkan tidak dapat disimpan dan di gunakan dalam periode mendatang. Jika waktu yang tersedia tidak digunakan secara efektif, maka akan hilang begitu saja. Selain itu, para tenaga pemeliharaan akan bekerja secara asal apabila pengawasannya tidak baik tetapi mereka akan bekerja secara intensif kalau diawasi secara ketat. Sumber daya yang diperoleh dalam jumlah besar (seperti pekerja pemeliharaan) dan yang biayanya meningkat atau berkurang hanya karena adanya perubahan yang besar dalam tingkat aktivitas, disebut biaya variabel bertahap (step-variable cost). Perilaku biaya variabel bertahap berbeda dengan perilaku biaya variabel sejati.

Asumsi Linearitas dan Rentang Relevan
Berkaitan dengan biaya variabel, diasumsikan adanya hubungan yang linear antara biaya dan volume, kecuali dalam kasus biaya varabel bertahap. Ekonom dengan tepat dapat menggambarkan biaya yang biasanya diklasifikasikan sebagai biaya variabel sesungguhnya memiliki perilaku kurvilinear. Meskipun beberapa biaya tidak sepenuhnya linear pada diplot sebagai fungsi volume, biaya kurvilinear merupakan garis lurus (linear) dalam rentang sempit suatu aktivitas yang disebut sebagai rentang relevan (relevant range). Rentang relevan adalah rentang aktivitas yang mencakup validitas asumsi yang dibuat oleh manajemen mengenai perilaku biaya. Sebagai contoh, bagian garis yang masuk dalam rentang yang relevan merupakan biaya kurvilinear dengan tigkat keakuratang yang tinggi. 


b.     Biaya Tetap (Fixed Cost)

            Biaya Tetap merupakan biaya yang selalu tetap secara keseluruhan tanpa terpengaruh oleh tingkat aktivitas. Biaya tetap tidak terpengaruh oleh perubahana aktivitas. Karena total biaya bersifat konstan, jumlah biaya tetap per-unit akan semakin kecil bila tingkat aktivitasnya naik. Biaya rata-rata per unit akan turun tetapi dengan tingkat penurunan yang semakin kecil. Aspek biaya tetap ini dapat membingungkan. Meskipun demikian tetap penting untuk menyajikan biaya tetap ini dengan basis rata-rata per-unit. Biaya per unit yang terdiri atas elemen biaya tetap dan biaya variabel dasajikan untuk laporan eksternal. Untuk kepentingan internal, biaya tetap tidak perlu disajikan perunit karena dapt membingungkan. Berdasarkan pengalaman, untuk kepentingan internal, untuk mudahnya (dan juga aman) biaya tetap disajikan secara total.

Tipe-tipe biaya tetap :
            Biaya tetap biasanya disebut biaya kapaitas (capacity cost) sebab biaya tersebut terjadi karena adanya gedung, peralatan, karyawan profesional yang terlatih dan item lainnya yang dibutuhkan untuk menyediakan kapasitas pokok untuk mempertahankan aktivitasnya. Untuk tujuan perencanaan, biaya tetap dipilah menjadi biaya yang telah ditentukan (commited) dan biaya yang dikeluarkan berdasarkan kebijakan manajemen (discretionary).
Biaya tetap yang telah ditentukan (committed fixed cost) berkaitan dengan investasi fasilitas, peralatan, dan struktur organisasi pokok dalam suatu perusahaan. Contoh biaya ini meliputi penyusutan gedung dan peralatan, pajak bangunan, asuransi, dan gaji manajemen puncak dan karyawan operasional.
dua faktor yang berkaitan dengan biaya tetap yang telah ditentukan adalah:
(1)   Biaya – biaya tersebut bersifat jangka panjang.
(2)   Tidak dapat dikurangi menjad nol meskipun pada jangka pendek tanpa mengganggu tingkat profitabilitas atau tujuan jangka panjang organisasi.Struktur organisasi dan fasilitas yang penting dijaga keutuhannya.  Biaya untuk merekrut mereka kembali akan jauh lebih besar daripada penghematan jangka pendek yang mungkin diperoleh. Keputusan untuk mendapatkan peralatan dalam jumlah besar atau aktivitas lain yang menyebabkan munculnya biaya tetap yang telah ditentukan harus mempertimbangkan perencanaan jangka panjang. Manajemen harus melakukan analisis yang mendalam terhadap berbagai alternatif yang tersedia sebelum mengambil keputusan. Sekali keputusan kembali, biaya yang terjadi tidak dapat dihindarkan selama beberapa tahun ke depan. Strategi manajemen harus diarahkan untuk memanfaatkan sumber daya perusahaan seefektif mungkin.
Biaya Tetap Kebijakan. Biaya ini disebabkan oleh keputusan tahunan yang dibuat oleh manajemen untuk membelanjakan biaya tetap tertentu. Contoh biaya tetap kebijakan termasuk iklan, riset, hubungan masyarakat, program pengembangan manajemen, dan magang untuk para mahasiswa. Ada dua perbedaan pokok antara biaya tetap yang telah ditentukan dengan biaya tetap kebijakan biasanya untuk jangka waktu yang lebih pendek. Sebaliknya, seperti yang telah dijelaskan di atas, biaya tetap yang telah di tentukan melibatkan perencanaan untuk beberapa tahun ke depan. Kedua, biaya tetap kebijakan dapat dibuat untuk jangka pendek dengan pengaruh negatif yang minimal terhadap tujuan perusahaan jangka panjang. Suatu biaya akan diklasifikasikan sebagai biaya tetap yang telah ditentukan atau biaya tetap kebijakan sangat tergantung pada strategi manajemen. Karakteristik yang terpenting dari biaya tetap kebijakan bahwa manajemen tidak terpaku pada keputusan yang berkaitan dengan biaya terrsebut. Mereka masih dapat melakukan penyesuaian dari tahun ke tahun atau mungkin dalam waktu kurang dari satu tahun karena kondisi memang menuntut modifikasi keputusan manajemen.
Tren Biaya Tetap dibeberapa perusahaan menunjukkan bahwa biaya tetap semakin besar porsinya dibandingkan dengan biaya variabel. Sebagai contoh, pegawai administrasi di safeway dan kroger memasang harga pada barang secara manual. Sekarang, sebagian besar toko dilengkapi dengan pembaca barcode yang dapat memasukkan harga dan informasi lainnya secara otomatis. Sekarang program komputer sudah dirancang untuk melengkapi formulir pajak yang diperlukan dan program tersebut juga menyediakan informasi perencanaan pajak dan konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Program tersebut dirancang dengan mengumpulkan pengetahuan dari beberapa orang yang ahli di bidang perpajakan. Meskipun semakin banyak pekerjaan manusia telah di gantikan dengan mesin, permintaan secara keseluruhan terhadap pekerjaan yang di tangani oleh manusia tidak berkurang. Sebagai konsekuensinya, biaya kompensasi untuk pegawai tersebut relatif tetap dan lebih bersifat biaya tetap yang di tentukan (commited fixed cost) daripada biaya tetap kebijakan (discretionary fixed cost).




Biaya Tetap dan Relevan
            Konsep rentang relevan yang pembahasannya sudah dimulai pada topik biaya variabel juga penting dalam memahami biaya tetap –khususnya biaya tetap kebijakan. Tingkat biaya tetap kebijakan biasanya ditentukan di awal tahun dan tergantung pada dukungan yang diperlukan untuk program  yang direncanakan seperti iklan dan pelatihan. Selanjutnya, cakupan program ini tergantung tingkat aktivitas yang sudah diantisipasi untuk tahun yang bersangkutan. Oleh karenanya, perencanaan tingkat aktivitas akan mempengaruhi total biaya tetap kebijakan. Biaya tetap kebijakan lebih mudah untuk disesuaikan dibandingkan dengan biaya tetap yang telah ditentukan. Biaya tetap yang telah ditentukan tampak kurang fleksibel dan biaya ini terdiri atas biaya gedung, peralatan, dan gaji karyawan ini. Sangat sulit untuk membeli setengah perangkat peralatan atau seperangkat manajer lini produk. Rentang relevan aktivitas untuk biaya tetap adalah rentang aktivitas pada saat grafik biaya tersebut berbentuk garis lurus. Pada saat perusahaan memperluas tingkat aktivitasnya, perluasan tersebut menuntut fasilitas lebih banyak atau tim manajemen kunci yang dibutuhkan unttuk perluasan tersebut. Akibatnya, semakin banyak fasilitas yang dibangun dan posisi baru manajemen akan mengakibatkan biaya tetap yang telah ditentukan.
.       
c.      Biaya Semivariabel (mixed cost)
            Merupakan biaya yang terdiri atas elemen biaya variabel maupun biaya tetap. Disebut juga dengan biaya campuran.
Biaya semi variabel memiliki karakteristik sebagai berikut :
1) Biaya semi variabel jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat-sifat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan semakin besar jumlah total biaya, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah pula jumlah total biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding (not proportional). 2) Biaya semi variabel per satuan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkat kegiatan tertentu, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
Contoh biaya semi variabel misalnya : biaya reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap, biaya kendaraan, biaya listrik, biaya telpon. Untuk tujuan perencanaan, pembuatan keputusan, dan pengendalian biaya maka biaya semi variabel harus dipisahkan ke dalam biaya tetap dan biaya variabel. Pendekatan dan tehnik yang dapat digunakan untuk memisahkan biaya semi variabel .
Hubungan antara biaya semivariabel dengan tingkat aktivitaas dalam persamaan garis lurus adalah   Y=a+bx
Y = total biaya semivariabel
a =total biaya tetap
b =biaya variabel per unit aktivitas
x =tingkat aktivitas
Persamaan ini membuat mudah perhitungan total biaya semivariabel untuk setiap tingkat aktivitas dalam rentan yanf relevan.

B. Mendiagnosis Perilaku Biaya
a. Metode Scattergraph
             Metode pemisahan biaya tetap dan biaya variabel dengan cara menggambarkan biaya setiap bulan pada sebuah grafik dan menarik satu garis lurus di tengah titik-titik biaya tersebut.Biaya ditentukan sebagai variabel dependen karena besarnya biaya akan dipengarhui oleh tingkat aktivitas. Jika aktivitas meningkat maka biaya juga akan meningkat.
             Metode ini memungkinkan inspeksi data secara visual untuk menentukan apakah biaya tersebut tampak terkait dengan aktivitas itu apakah hubungannya mendekati linear. Meskipun demikian, suatu analisis perilaku biaya menggunnakan metode scattergraph bisa saja menjadi bias karena garis biaya yang digambar melalui plot data berdasarkan pada interprestasi visual.




b. Metode Tinggi Rendah
             Metode Titik Tertinggi dan Titik Terendah (high and low point method) memisahkan biaya variabel dan biaya tetap dalam periode tertentu dengan mendasarkan kapasitas dan biaya pada titik tertinggi dengan titik terendah.
Perbedaan antara kedua titik  disebabkan karena adanya perubahan kapasitas dan besarnya tarif biaya variabel satuan
             Analisi biaya ini dimulai dengan mengidentifikasikan periode dengan tingkat aktivitas yang paling rendah dan yang paling tinggi. Perbedaan biaya pada kedua periode pada kedua periode tersebut dibagi dengan perubahaan aktivitas antara kedua periode ekstrem tersebut untuk memperkirakan biaya variabel per unit aktivitas.

c. Metode Regresi Kuadrat Terkecil
             Metode pernisahan biaya variabel dan biaya tetap dengan cara menentukan hubungan variabel tergantung (dependent variabel) dengan variabel bebas (independent variabel) dari sekumpulan data. Dalam hubungannya dengan pengukuran varialibitas biaya, maka yang dimaksud variabel tergantung adalah besamya biaya, sedangkan variabel bebas adalah tingkatan kapasitas, jadi besamya biaya tergantung tingkatan kapasitas. Jika hanya digunakan dua variabel, satu variabel tergantung dan satu variabel bebas, maka analisa regresi yang dipakai adalah regresi sederhana (simple regression). Tetapi jika terdapat dua variabel bebas atau lebih, jadi terdapat tiga variabel atau lebih, maka analisa regresi yang dipakai adalah regresi berganda (multiple regression).
Tujuan garis regresi membuat garis yang jurnlah penyimpangan kuadrat antara garis regresi danm observasi-obsrvasi adalah minimal.Metode ini memisahkan biaya semivariabel menjadi komponen biaya tetap dan biaya variabel dengan menggunakan seluruh data.
             Metode yang lebih obyektif dan tepat dibandingkan dengan metode scattergraph. Garis yang ditarik dengan metode scattergraph ditentukan berdasarkan inspeksi visual sedangkan dengan metode regresi kuadrat terkecil garis tersebut ditentukan berdasarkan rumus matematis. Selain itu metode regresi kuadrat terkecil menggunakan semua data yang tersedia untuk menentukan rumus biaya.

d. Metode Regresi Berganda
             Di dalam metode regresi sederhana hanya dipakai satu variabel bebas. Dalam keadaan tertentu variabilitas biaya atau Y dipengaruhi oleh beberapa variabel bebas atau beberapa jenis kegiatan sehingga harus dianalisa dengan metode regresi berganda agar diperoleh perhitungan yang lebih akurat didalam menentukan prediksiMerupakan metode analitis yang digunakan apabila variabel dependen (biaya) disebabkan  oleh lebih dari satu faktor. Meskipun menambah lebih banyak faktor atau variabel, akan menambah kerumitan perhitungan tetapi prinsip sama dengan metode regresi kuadrat terkecil sederhana. Karena kerumitan perhitungan regresi berganda dapat dilakukan dengan bantuan komputer.



                  Tindakan manajer akan tergantung pada pemahaman atas perilaku biaya. Penerapan ide yang telah dikembangkan tersebut ditemukan format laporan laba rugi yang baru yang disebut pendekatan konstribusi (contribution approach). Hal khusus yang ada dalam format ini adalah bahwa laporan tersebut menyediakan informasi perilaku biaya dalam laporan tersebut.

                  Format ini dibuat karena pendekatan tradisional laporan laba rugi tidak disusun berdasarkan perilaku biaya melainkan disusun berdasarkan format fungsional yang klasifikasi data biayanya menekankan pada fungsi produksi, administrasi, dan penjualan. Dimana laporan ini memiliki kelemahan pada saat akan digunakan untuk tujuan internal yaitu manajer membutuhkan data biaya yang disusun dalam format yang berguna untuk perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan. Tugas ini akan lebih mudah dijalankan apabila data biaya tersedia dalam format tetap dan variabel. Laporan laba-rugi yang disusun dengan pendekatan kontribusi digunakan untuk menjawab kebutuhan manajer.

Perbandingan laba rugi kontribusi denga laba rugi tradisional

Tradisional
Kontribusi
Penjualan

XXX
Penjualan

XXX
Dikurangi harga pokok penjualan

XXX
Dikurangi biaya variabel


Laba Kotor

XXX
     Produksi Var.
XXX

Dikurangi biaya


     Penjualan Var.
XXX

     Penjualan
XXX

     Administrasi Var.
XXX
XXX
     Administrasi
XXX
XXX­­
Margin Kontribusi

XXX
Laba bersih

XXX
Dikurangi biaya tetap





     Produksi tetap
XXX




     Penjualan tetap
XXX




     Administrasi tetap
XXX
XXX



Laba bersih

XXX

Pendekatan kontribusi membagi biaya ke kelompok tetap dan variabel. Pertama mengurangi penjualan dengan biaya variabel dalam untuk mendapatkan angka margin kontribusi yaitu jumlah yang tersisa dari penjualan setelah dikurangi biaya variabel. Jumlah ini memberikan kontribusi untuk menutup biaya tetap dan menghasilakn laba pada periode tertentu.
            Pendekatan kontribusi digunakan dalam perencanaan internal dan sebagai alat pembuatan keputuasan. Pendekatan  yang menekankan pada perilaku biaya akan menfasilitasi analisi biaya volume laba.
Pendekatan ini juga berguna untuk menilai kinerja manajemen, laporan laba per segmen, dan dalamm penganggaran. Juga membantu manajer mengorganisasikan data yang berkaitan dengan semua jenis pembuatan keputusan seperti analisis lini produk, penentuan harga, menggunakan sumber daya yang terbatas, dan analisi membuat atau membeli.























BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

            Perilaku biaya merupakan bagaimana biaya akan bereaksi atau berubah dengan adanya perubahan tingkat aktivitas bisnis. Ada tiga tipe pola perilaku biaya yaitu biaya Variabel, biaya Tetap, dan biaya Semi Variabel.
            Metode yang dipakai untuk analisis perilaku biaya yaitu Metode Scattergraph, MetodeTinggi Rendah, Metode Regresi Kuadrat Terkecil, dan Metode Regresi Berganda
            Format Kontribusi Laba Rugi dibuat karena pendekatan tradisional laporan laba rugi tidak disusun berdasarkan perilaku biaya melainkan disusun berdasarkan format fungsional yang klasifikasi data biayanya menekankan pada fungsi produksi, administrasi, dan penjualan.
            Penerapan ide yang telah dikembangkan tersebut ditemukan format laporan laba rugi yang baru yang disebut pendekatan konstribusi (contribution approach). Hal khusus yang ada dalam format ini adalah bahwa laporan tersebut menyediakan informasi perilaku biaya dalam laporan tersebut.


Daftar Pustaka

            Garrison, Ray H dan Noreen, Eric W, 2000, Akuntansi Manajerial, Penerbit Salemba.                 Empat,             Jakarta.
            http://datakuliah.blogspot.com/

Comments
0 Comments

0 komentar:

Dí lo que piensas...

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Share It

Blogroll